Letter to Anta

Sayang, ini udah mau masuk 2019 gimana udah ada planning kedepan belum?
Udah nge-review tahu lalu belum?
Katanya mau ini-itu, sudah dipikirkan matang-matang tujuannya apa?
Jangan sampai nyesel karena tujuannya gak jelas ya.
Hati apa kabar hati?
Masih ada nangis-nangisan yang gak penting?
Masih suka ngeluh gak?
Masih memaksakan kehendak ke orang lain gak?
Itu gak boleh ada lagi ya. Gak boleh gitu.
Masih sering kecewa? InsyaAllah enggak ya.
Ketawanya udah bisa dikondisikan kan? Gak boleh kelewatan, malu ah perempuan.
Oh satu lagi, mulut udah bisa kan agak-agak direm?
Sabarmu gimana?
Masih kuat nunggu kan? Iya itu harus, jangan sampai kebablasan, udah baik kamu jaga itu dari dulu.
Kalau jerit-jerit udah gak ada lagi ya, atau masih ada?
Ibadahnya makin bagus gak? Gak perlu banyak-banyak, sedikit aja kok udah baik. Yang penting ada peningkatan. Dan tidak boleh bohong ya?
Buku-bukunya masih dibacain itu? Ingat masa depanmu perlu ilmu. Paling penting itu.
Kalau misalnya nanti gak berjalan sesuai yang kamu planning-kan gimana?Gak boleh negatif ke Allaah ya?
Ok sayang
Good luck, all the best. Ingat kalau selalu diawasin sama Allah. Janji kamu harus lebih baik.

Iklan

Favourite People

Kita ditakdirkan untuk saling membela
Kita ditakdirkan untuk saling mencintai
Kita ditakdirkan untuk saling menasehati
Kita ditakdirkan untuk saling menghargai
Kita ditakdirkan untuk saling melindungi
Kita ditakdirkan untuk saling menguatkan
Kita ditakdirkan untuk saling mengingatkan
Kita ditakdirkan untuk saling mendoakan
Kita ditakdirkan untuk saling merindu

Terima kasih sahabat-sahabatku
Untuk hari-hari spesial yang terdahulu
Kulalui bersamamu

Perjalanan

Bukan karena paksaan
Bukan pula karena tidak ku miliki pilihan
Bilamana aku tak ketepian
Bisa jadi busuk sudah aku muncul kepermukaan

Bagaimana hendak kelak di perjalanan
Bertabur kekecewaan tiada penghabisan
Bertarung keluh dengan keadaan
Bak istana tanpa kejayaan

Bahtera sudah berlayar ke depan
Bangkit menuju singgasana harapan
Banyak yang frustasi karena haus kebahagian
Berlimpah pula yang regresi karena kini punya tujuan

Berakit kita kehuluan
Berenang kita ketepian
Bersakit senang selalu bersamaan
Bersahaja damai kita upayakan

Love, Anta