Ngobrolin: Hijab Bukan Aksesoris

Okay sebelum saya lanjut, judul ini terinspirasi dari akun Instagram @sisteraid yang pernah bikin story tentang ini. Singkat tapi on point. Terus saya kepikiran ini banget yang pernah saya alami. So, I am not going to take any responsible for anyone who get offended from this (I hope not obviously), because I am talking about my faith and by that, I mean nothing but only to clarify (to share what I’ve known) something messed up in society that affects me personally and spiritually if I don’t share what’s the truth from my religion’s point of view.

Let me begin with a story of my own. Masih sangat membekas di ingatan saya, turning point di awal Januari tahun ini. Saya memutuskan untuk benar-benar aktif di dunia blog. Keputusan yang cukup berani karena bekal menulis saya hampir tidak ada. Meskipun sudah lama mulai menoulis. Namun, karena terobsesi dengan label modest fashion influencer, saya tidak peduli sebaik apa yang saya tulis, yang penting saya mulai saja. Hmm, I don’t know but ya.

Akhirnya, saya pun menulis. Again, yang tujuannya showing off my existence, hmm ya begitulah. Naturally, saya adalah tipikal yang sangat suka drawing attention to myself. Saya sadar dan tahu persis, jika tidak bisa di kontrol keberadaanya, akan sangat tidak baik untuk diri saya sendiri. It was literally, all I wanted was about fame. Kan ada ya orang seperti itu.

Lanjutkan membaca “Ngobrolin: Hijab Bukan Aksesoris”

Being Anonymous

Just to warn y’all. I am gonna act a little bit kejaksel-jakselan. So please don’t get sick of that, okay?

Kadang, saya ingin setiap cerita yang saya tulis hanya untuk sebagai pelampiasan unek-unek saja, bukan untuk dibaca orang lain atau sampai bikin wadah khusus seperti ini. Hari ini bisa saja saya sangat bersemangat, besoknya saya lemas lagi. Jangankan menulis, yaAllah kamar pun tidak tersapu haha.

But then, banyak peristiwa yang akhirnya membawa saya pada konklusi bahwa ternyata itu bukan masalah, memang seperti itulah hati kita, dibolak balik.

Lanjutkan membaca “Being Anonymous”

My Failure and Reflection of 2017

Hello people, peace be upon you! So, this year been so much blessing for me. And the most blessed is finally I’ve got my graduation day a month ago. Well, it was pretty amusing for the whole year, yet I don’t think I should thank myself the more for all the struggling. Why?

Because the one that deserve the most of my 2017 year is people surrounded me. And me, is the one that learn a lot of things. 2017 is totally mean. I mean, yes it is. The song sung by Taylor Swift, it’s surely all about it. Dealing with 2017 that more humiliated me in the first place.

I cannot blame anybody because the only problem is me obviously, I think 2017 is crueler that I’ve ever imagine before. Shortly, I got depressed in many aspects of life. Study, organizations, loves and family and more. The only problem is that I am not satisfied this whole year haha kidding. However, this is the coolest because it gained too much power for me myself that I could be stronger than I was before.

Lanjutkan membaca “My Failure and Reflection of 2017”