Cara-Nya Menjawab Doa

Jika ada diantara kalian yang masih menuliskan setiap angan, cita dan harapan di selembar kertas kecil atau di sebuah buku yang berisi jurnal keseharian atau dimanapun kalian suka, yang masih terjangkau untuk mengingatnya, maka tetaplah seperti itu. Tulislah.

Tulis, meskipun pada saat kau lihat ‘kotak kecil’ itu pun masih belum juga ter-checked done, bahkan jauh melewati waktu perkiraanmu harusnya terlaksana. Hingga saatnya tiba, doa mu sudah kau pikir kadaluarsa, tak mungkin lagi mendapatkannya diusia segini, se-kondisi ini, tak ada lagi harapan baru untuk merasakan kemenangan yang kau nanti-nanti itu. Tetap tuliskan. Tulislah lagi.

Lanjutkan membaca “Cara-Nya Menjawab Doa”

Iklan

Habits Terbaik

Akhirnya, saya kembali menuliskan apa-apa yang ada di dalam pikiran saya tepat setelah saya melahap habis buku yang berjudul How To Master Your Habits seharian tadi karangan Ustadz Felix Y. Siauw, Alhamdulillah ada tambahan penyemangat baru untuk saya menulis lagi.

Saya memang sudah terlanjur terkesan berkali-kali dengan setiap tulisan beliau di potongan Instagram yang hampir semua bait kata cukup menohok dan membangunkan satu-dua sel dari se-triliun sel saraf di otak saya. Ilmu baru semua isinya!

Lanjutkan membaca “Habits Terbaik”

Ngobrolin: Anta, Kau Bahagia Ga?

Seorang teman dekat saya yang gak pernahnya se-straight ini (dia anaknya straight sih, tapi kali ini agak beda aja) tiba-tiba berhasil membuat saya terdiam beberapa detik. “Anta, kau bahagia ga?”

Setelah saya sadari, diamnya saya beberapa detik ini punya makna lain. Ya even though I know I am always in the mood of happy all the time, but that question has never been asked to my self by someone else, which has deep meaning here ya karena dia itu salah satu teman dekat, sangat dekat (gak tau sih kalau menurut dia wkwk), yang berarti ada chemistry dan common sense disana untuk telling the truth. You don’t hide secret to your BFF, do you?

It’s easy to say ‘I am happy’ to a stranger or someone you don’t really care about, because they don’t mean the world to you, tapi kalau sama orang terdekat kita? Hmm saya rasa kalau pun sedang benar-benar lagi ada masalah besar, pasti langsung nangis dan mewek-mewek trus cerita deh.

Lanjutkan membaca “Ngobrolin: Anta, Kau Bahagia Ga?”

Sebuah Kompetisi [Tak] Normal

Ada sebuah kompetisi yang cukup menarik tetapi tidak senormal kompetisi-kompetisi yang kita ketahui pada umumnya. Kompetisi dimana kau tidak perlu menjadi yang terbaik namun kau telah menjadi pemenang. Dan lagi, pemenang dari kompetisi ini pun tidak hanya seorang. Bisa saja banyak, banyak sekali pun bisa. Bahkan termasuk kau pun bisa.

Apa kira-kira pencapaiannya sehingga tak perlu harus menjadi yang terbaik, tidak pula harus menjadi yang terdepan? dan tidak juga harus yang terpintar (paling berilmu)? Jika kau bisa bayangkan dirimu adalah salah satu atlet lari dalam kompetisi Sprint maka tepat pada langkah kakimu yang pertama menginjakkan arena lari, setelah peluit berbunyi, kau sudah menjadi juara, tak peduli sejauh mana perbedaan jarak antara kau dan pelari lain, yang lebih dulu mendekati garis finish. Sekarang pertanyaannya, apa ada kompetisi sejenis ini?

Lanjutkan membaca “Sebuah Kompetisi [Tak] Normal”

Trilogi Ibnul Qayyim

Ternyata baca buku itu asyik lho. Saya kadang masih suka ngebatin “Kenapa baru sekarang Anta, kenapa, kenapa, kenapaaa?” Padahal ya gak masalah kok. Semua hal, kapan aja bisa dimulai, asalkan gigih ya kan? Meskipun seperti melukis di atas air, tapi sekeras batu aja bisa penyok gegara air yang menetes sedikit demi sedikit secara berulang-ulang. Jadi gak ada excuses sebenarnya.

So, saya kemarin ketemu beberapa halaman dari lembaran buku yang saya pegang. Isinya saya rasa sangat menggugah, alias penting. Cuplikan tersebut adalah tulisan dari Ibnul Qoyyim رَحِمَهُ اللهُ tentang tiga terpenting dalam mejalani kehidupan ini. Setelah saya baca, saya sangat terdorong untuk semakin produktif dan optimis karena merasa tercerahkan, seperti wajah yang berseri-seri, indah kan? udah gitu kalau kita bisa meresapinya sampai kedalam jiwa, batin pun berseri bahagia, gak percaya? coba baca ya. Lanjutkan membaca “Trilogi Ibnul Qayyim”

Loving People You Can’t Have

Saya sejujurnya kurang begitu mengetahui seberapa sering seseorang jatuh pada we fall in love with people we can’t have di gaulnya anak muda jaman sekarang. Cuma pas baca ada tulisan yang membahas ini dengan sudut pandang lain, saya tuh rada-rada kaget dengan isinya. Kenapa? This story will tell you why dan karena ada menyinggung kejomblo-jombloan segala, saya pun sok merasa terpanggil. Ya iya karena saya juga masih jomblo, jadi mungkin relatable. Iya gak ya? Jadi saya menulis ini hanya ingin membandingkan persepsi satu dengan yang lain saja.

Saya tuh pas baca pertama kali we fall in love with people we can’t have dan coba mengartikan sendiri nih kayak: hmm dia pasti jatuh cinta sama pacar/suami orang kali ya atau dia kejebak sama cinta yang hampir mustahil terjadi di dunia nyata, kayak di drakor-drakor, si kaya jatuh cinta sama si miskin, ya mentok jadi stalker sejati di dunia maya, atau jatuh cinta sama sahabat, sama bos, sama tetangga, sama kakak senior, apalagi yang mustahil ya? Atau sama siapa aja yang gak mungkin bisa bersama. Pokoknya yang kira-kira mustahil menurutmu, itu juga boleh masuk kategori disini.

Lanjutkan membaca “Loving People You Can’t Have”

Resolusi 2019: Si Gadis Anak Rumahan

Okay, tahun 2018 hitungan jam dari sekarang akan menjadi masa lalu. Penting atau enggaknya resolusi pergantian tahun, hampir kita semua sadar atau tidak, mengharapkan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Dan mungkin itu juga kenapa kebanyakan orang membuat resolusi, sebagai bentuk optimisme dengan tahun berikutnya. Ya meskipun sebenarnya, setiap hari juga bisa buat resolusi, sekaligus introspeksi diri, kayak kita ngerefleksi diri setiap malam apa-apa aja yang udah kita lakukan dan apa-apa aja yang harus ditingkatnya kedepannya, dan bisa dibantu dengan membuat to-do-list, ini salah satu menegement waktu yang cerdas, kalau kamu malas buatnya karena kamu mikir “toh gak terceklist juga!”, coba pikir kayak gini: pakai to-do-list aja gak terlaksana konon lagi gak pakai.

Saya punya catatan khusus pribadi yang isinya tentang planning hidup, list-list mimpi, daily or monthly accomplished, wild-dreams or anything possible yang bisa ditulis tapi sangat privasi. Sebangsa diary tapi saya lebih suka menyebutnya journal, karena isinya gak cuma tentang curahan hati, jauh lebih advance, juga termasuk kesalahan-kesalahan diri sendiri yang esoknya perlu diperbaiki yang cukup sangat privasi pastinya. Nah ini sangat membantu dalam memaksimal waktu yang saya punya.

Lanjutkan membaca “Resolusi 2019: Si Gadis Anak Rumahan”