Kurang Dua bulan, Menuju Kelahiran 2020

Alhamdulillah tsumma alhamdulillah. YaAllah, gak terasa, haha terasa kok, nipu banget nggak terasa. Sebenarnya sambil ketik ini, saya males sekali ambil note planning 2019 kemarin, tapi yaudahlah diambil aja.

Eng ing eng.

Dari 18 main goals, cuma satu yang ter-checklist pemirsa. Wow saya semakin bangga dengan diri saya yang hmm luar biasa ini.

Trus saya berasa hopeless gitu? enggak.
Menyalahkan diri gitu? enggak.
Stress? enggak.
Kecewa? enggak.
Ngerasa bodoh gitu? iyaaaaa, wkwk!

Saya bodoh banget sih, kenapa ter-checklist satu, kenapa gak semua aja yang tidak tercheklist, kan gak jadi legend, yah.

Intermezzo aja guys.

Tapi serius memang saya, banyak sekali rencana pencapaian tahun ini yang belum terealisasikan. Tapi alhamdulillah tsumma alhamdulillah, banyak juga yang tercapai diluar target yang dulu tidak sempat terpikirkan.

Gak perlu ada masalah sama diri, saya menerima dengan bangga untuk semua yang telah saya kerjakan. Kalian juga kan? Toh sebenarnya, dalam hal bermimpi, tidak pernah ada kata tua. Justru mimpi membuat kita seakan selamanya muda. Iya nggak?

Dulu, ada rasa ketakutan yang cukup aneh setiap akhir tahun, nggak ngerti dan nggak bisa dijabarkan. Meskipun sekarang masih ada sedikit, tapi sekarang saya mengerti, mengapa ketakutan dan kekhawatiran itu ada, yang ujung-ujungnya kecewa, sedih, gak dan percaya diri. Tapi saya paham diri saya, jauh lebih baik sekarang dibandingkan dulu, kenapa? ya jelas karena kita semakin dewasa. Dan kesempatan yang saya ambil untuk memperkaya perspektif dalam kehidupan alhamdulillah sangat terpakai seiring menuanya usia.

Satu yang saya sangat bersyukur, di usia yang cukup matang ini, banyak nilai-nilai yang sudah saya tanam, sehingga sulit sekali digoyang angin sepoi-sepoi, apalagi soal quarter life crisis, saya rasa saya lewati dengan sempurna #asyeeek. Dan yang paling saya syukuri lagi adalah, ketika saya mengambil sebuah keputusan, baik besar atau pun kecil, saya tidak lagi mengandalkan siapa pun #masakiya? #janganrialoh (Saya Anta, bukan Ria maaf). Saya siap dengan segala dinding-dinding tinggi dihadapan saya yang siap dipanjati.

Mungkin karena kita tidak terbiasa dengan pengenalan konsekuensi sejak dini dari setiap tindakan kita, dan itu yang membuat kita agak sulit mengambil keputusan apapun. Bukan mempersiapkan diri, kita justru menjauh dari konsekuensi, sehingga kita selalu berada pada zona ragu-ragu. Dan saya tidak suka itu, apalagi jika sudah tidak sejalan dengan prinsip hidup saya.

Mengevaluasi diri, mimpi, target-target dan segala pencapaian, sangat perlu. Jangan pula kita jadi seperti tikus, yang sampai sekarang tidak berhasil menghindar dari jepitannya, karena mereka memang tidak dianugrahi organ tubuh untuk menganalisis, ntar mereka ikutan jualan lagi wkwk.

Saya yakin, saya sudah melakukan hal baik tahun ini, tapi saya pun yakin kalau tahun depan pasti lebih baik lagi, insyaAllah.

Gak papa, guys. Gak papa kalau kita bukan jadi orang yang super achiever banget. Tapi satu hal yang pasti, kita akan jadi lebih baik dari hari ini.

Selamat mengevaluasi, selamat mengejar mimpi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s