Just because… doesn’t mean…

Kamu, perempuan, jujur saja memang sangat berperasaan. Baper lah istilahnya. Meskipun kadarnya berbeda-beda, kebanyakan memang begitu. Dan untuk kamu yang Bapernya tidak over dosis, selamat, Allah memberimu sedikit kadar kejantanan sehingga tak mudah untuk mu diluluh-lantakkan perasaan.

Dari banyaknya fenomena kelamin sejenis ku, aku sedikit menyoroti perihal jodoh, yang sedikit banyaknya membuat berbagai populasi baper berdasarkan tingkatan kesensitifannya, menjadi komunitas ‘bucin’.

Berawal dari diri yang sok merasa spesial, tanpa sadar, membuat diri seakan begitu diinginkan. Tibalah masa, dimana negara api pun menyerang.

Just because tatapan kalian bertemu, atau mostly dia tertangkap melihat kamu, doesn’t mean dia sedang memperhatikan mu.

Just because dia balas chat kamu lebih cepat dari yang biasanya,
doesn’t mean dia tertarik dengan kamu.

Just because dia follow kamu, like dan comment di status kamu,
doesn’t mean dia mau di-notice sama kamu, no!

Just because dia selalu menjadi pendengar yang baik,
doesn’t mean dia ngerti jokes kamu.

Just because, Assalamu’alaukum, Ukh,
doesn’t mean dia mau ta’arufan sama kamu.

Just because dia cerita tentang kehidupannya, curcol, bahkan sampai ke silsilah keluarga sekali pun, doesn’t mean dia ingin kamu bersiap-siap menjadi istrinya.

So funnny, haha!

Tapi kok bisa ya se-personal itu menanggapinya?

Mungkin kamu lupa. Just because dia seperti memberimu harapan, tertarik kepadamu atau mungkin menyukaimu, doesn’t mean dia jodoh kamu kan?

Keteledoran kamu, mengharapkan yang tidak pasti, merasa memiliki yang tak ada ikatan, melampaui batas hubungan, membawa mu berujung pada kekecewaan. Makanya, kamu galau terus…

Ntah apa pun itu; komitmen kek, habis lulus kuliah kek, habis dapat kerjaan kek, tahun depan kek, atau janji-janji, angin surga yang meninggikan pengharapanmu, semuanya nonsense, kalau kamu dan dia belum di teriakin, “Sah!”

Yang herannya, sudah tau akan begitu terluka, lalu untuk apa memulai?!

Well, “Coba aja dulu!” doesn’t always end up a good thing, okay!

Maksudnya begini, berharap pada manusia sudah pasti kecewa, atau bisa-bisa berakhir di tali gantungan. Dan kamu tau tidak sedikit yang menggangap sampah, sebuah nyawa demi tak tahan menahan sakitnya ditinggal. Padahal salah sendiri, toh!

Bagi yang sudah terlanjur, kamu pasti kuat. Bukan aku menghakimi, aku mengajakmu untuk bersama meluruskan persepsi atas diri mu sendiri. Kenapa kamu harus menjadi begitu lemah, saat kamu bisa memilih untuk kuat dengan hanya meyakini ketetapan Allah?

Mau Tayamum mu pun guling-guling ditanah, kalau dia bukan jodoh mu, ya ora iso, Neng?

Coba pikirkan lagi, kamu mau mengahibiskan waktu hanya untuk memikirkan bagaimana berjodoh dengan dia, atau kamu mengerjakan hal lain yang kamu suka, bernilai kebaikan dan kebermanfaatan yang akhirnya membawa kamu ke surganya Allah?

Zaman sekarang, kalau kamu egois hanya memikirkan diri sendiri saja, tidak keren. Coba sesekali pikirkan kebaikan apa yang bisa kamu lakukan untuk sekeliling mu, kontribusi apa yang bisa kamu berikan untuk orang-orang yang lagi membutuhkan dan masalah-masalah apa di masyarakat yang bisa kamu selesaikan. Dijamin, insyaaAllah, waktu kamu tidak terbuang sia-sia.

Nah, kalau begitu lebih baik, kan?

***

Guys, untuk yang cewi-cewi, gimana perasaan kalian setelah baca ini? Aku ingin tau, apakah kalian masih sering galau perihal jodoh? Share ya 🙂

5 tanggapan untuk “Just because… doesn’t mean…

  1. I’ve never had a boyfriend before, or in other words ‘pacar’. And I’m at that age where most of my friends are either getting married or got married and have kids of their own. Soal jodoh itu pernah terlintas di fikiranku tapi sekarang aku lepaskan pada Tuhan. I’m at that point in life where I’m seeking happiness and improving for my own better self, and bagiku jodoh cuma satu daripada beribu jenis kebahagian 🙂

    Disukai oleh 2 orang

  2. Membaca ini, terbayang di kepalaku sosok sosok yang dulu pernah ku harap dan mikir ‘kayaknya ini jodohku’, padahal cuma melihat sekilas itu sosok’. Hahaaay. Ini luar biasa. Catatan yang mampu mengaduk ingatanku pada masa silam.

    Perasaanku setelah membacanya, ternyata perihal jodoh memang indah pada waktunya. Kita tidak perlu mengejar. Apalagi membuang waktu untuk hal unfaedah, apalagi mikirin diri sendiri. Perbaiki diri sebaik kita ingin menemukan jodoh diri.

    😁

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s