Nikmat Mencintai Ilahi

Sebelum lanjut, kalian perlu dan saya pikir harus menonton, video pada link berikut.

Kira-kira apa yang kalian rasakan setelah menonton video itu? Kalau saya pribadi, saya malu dan saya sangat-sangat malu, malu sama diri sendiri, dan terutama malu sama Allah.

Saya tahu Mbak Nadiah, dari akun instagram beliau. Waktu itu seingat saya, salah satu artis atau influencer, nge-tag akun Mbak Nadiah. Karena saya tertarik dengan postingan beliau, saya kemudian langsung follow Mbak Nadiah sampai sekarang. Meskipun saya tahu Mbak Nadiah punya blog dengan nama nadiahlovinglupus.wordpress.com, tapi saya gak benar-benar sadar kalau Mbak nya sendiri yang mengalami lupus, sampai Hijab Alila upload video diatas di akun Youtube-nya dua hari yang lalu.

AllahuAkbar, I can’t stop crying, mikir kalau saja Allah menimpakan cobaan yang semisal ke saya, masih sampaikah nikmat mencintai Allah ke dalam hati saya, sebagaimana yang dirasakan Mbak Nadiah?

Saya pun pernah merasakan the lowest point in my life that turned out to be the best gift from Allah karena dari situ saya betul-betul merasakan kedekatan dengan Allah spiritually. But still, I can’t think of myself diposisi-nya Mbak Nadiah hingga mengalami kelumpuhan selama 11 bulan. My life is over!

Saya benar-benar merasakan begitu besar kecintaan Mbak Nadiah kepada Allah, sehingga membuat beliau menangis sesenggukan, berulang-ulang setiap kali mengingat kembali nikmat-nikmat yang Allah beri, yang jumlahnya tak terhitung. Tapi sayang sekali, saya belum sampai kepada titik tertinggi itu, yaAllah I am so sorry!

Saya menangis karena saya cemburu, saya menangis karena saya belum memiliki ketulusan dan kelembutan hati seperti Mbak Nadiah. Saya tersindir karena belum mampu setotalitas itu submitting a hundred percent to Allah.

Tapi haruskah dengan cobaan yang seperti itu, saya baru akan sadar? Kadang saya mikir, yaAllah apakah saya tinggal nunggu giliran akan ujian Mu seperti Mbak Nadiah, karena saya rasa maksiat yang dimaksud Mbak Nadiah dalam video tersebut, juga saya pernah lakukan di masa lampau, siapa yang tidak pernah bermaksiat? Oh Allah, ternyata engkau sebaik-baik perencana. Allah memberikan ujian kepada hamba-Nya sesuai dengan kemampuan dan kekuatannya masing-masing, Subhanallah.

I told you that I was also once in the lowest point of my life? Mungkin saya akan cerita suatu saat ketika saya siap, because I am now not ready yet. Sampai saya dulu pernah mikir, oh maybe I won’t marry anybody! (Sampai segitunya wkwk). Dan kalau seandainya setiap orang tahu, kesusahan apa saja yang dialami oleh orang lain, they will be more thankful to Allah. You just don’t know the hidden story that people try their best to hide it out of camera.

So, jangan pernah putus harapan. Satu-satunya cara untuk hidup dengan tenang, adalah dengan mencari kenikmatan beribadah kepada Allah, sampai Allah benar-benar menetapkan anugrah nikmat itu di dalam hati kita. Sampai benar cinta itu hanya kepada Allah. Cinta yang tumbuh karena ketaatan memenuhi semua kewajiban kita sebagai hamba-Nya. Orang yang Allah lembutkan hatinya, adalah orang yang mudah menangis setiap kali mengingat kebesaran dan kasih sayang Allah. Percayakan semuanya kepada Allah, His doing His best job for making our lives end up in Jannah and meet Him, kalau saja kita memahami semua itu dengan baik. Allahu’alam bissawab.

Satu tanggapan untuk “Nikmat Mencintai Ilahi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s