Ngobrolin: Setelah Sekian Hari Ramadhan

It’s been so long until I finally can’t even describe my feelings anymore with writings. Padahal pengin ngomongin sedikit, sedikit aja tentang Ramadhan tahun ini. Kayaknya saya ini kebanyakan baca yang ‘tingi-tinggi’ kali ya, sampai mau bilang “Ramadhan, I love you” aja susah haha. But it’s true. Nge-draft hapus berkali-kali yaAllah. Tapi ini baca yang ‘tinggi-tinggi’, baca apaan ya wkwk! Are you guys feeling the same just like what I felt after not writing for such a long time?

Ya akhirnya meski belum dipenghujung Ramadhan, tapi kita sudah masuk ke 10 hari terakhir bulan puasa yang penuh berkah ini. Do you guys have any plans? selain mikirin buat kue, baju lebaran, THR bocil-bocil sekampung, atau prasmanan yang bakal ‘on’ syawal ini?

Ternyata ada yang lebih penting dari itu, dan saya yakin teman-teman tau apa. Kita mungkin lupa bahwa di bulan Ramadhan ini, gak ada alasan untuk tidak medapat ampunan dari Tuhan, kenapa? Kalau gak bisa taraweh atau qiymamullail, bisa dengan memperbanyak baca Al-qur’an, kalau gak bisa, banyakin sedekah, kalau gak bisa banyakin doa dan zikir, dan kalaupun gak sanggup juga, minimal kita menjaga lisan dan anggota tubuh kita melakukan hal yang maksiat. Jadi gak ada alasan kan?

Saya pernah kecewa dengan diri saya, sangat kecewa, yang hanya semangat di awal Ramadhan saja, namun di hari-hari terakhir yang sangat penting justru saya sia-siakan, entahlah, mungkin karena disibukan dengan memikirkan dan melakukan sesuatu yang tidak lebih penting dari ampunan Yang Maha Kuasa. Saking sepelenya dulu, saya udah gak puasa tuh di beberapa hari terakhir, gak sakit, gak sedang travel pokoknya gak ada alasan syar’i. Mikirnya, toh nanti bisa diganti, iya bener, tidak puasa di Bulan Ramadhan memang diperbolehkan bagi yang masuk ‘kriteria tertentu’, tapi tidak berlaku kepada orang-orang yang alasannya malas, kayak saya Astaghfirullah.

Maka hari ini, mari sama-sama kita melihat kembali track record kita yang sudah lebih dari 20 hari ini, kita maksimalkan untuk apa saja. Ayo lihat kembali target-target yang ingin kita capai dan habit yang ingin kita bentuk sebelum kita mulai berpuasa. Jangan biarkan Ramadhan meninggalkan kita, tanpa satupun target-target ibadah kita yang terlaksana. Astaghfirullah, padahal ada hadiah yang tak terhitung jumlahnya yang Allah siapkan bagi kita jika kita mau sedikit saja fokus. YaAllah, tiada ampunan yang kami harapkan selain ampunanmu yaRabb. Terimalah ibadah kami dan jadikanlah kami orang-orang yang bertaqwa sesuai yang engkau janjikan, Amin Allahumma Amiin.

6 tanggapan untuk “Ngobrolin: Setelah Sekian Hari Ramadhan

  1. Semakin sama, semakin tidak ada bedanya antara bulan ramadhan dengan bulan yang lain. Hehe itu prestasiku. 😁 Akupun sama sebetulnya tadinya ku pikir akan memposting sesuatu tetang Ramadhan. Tapi gak jadi. Semuanya aku tahan sebagai draft aja. Ntar dikira ada edisi Ramadhan. Nah kalau ntar edisi yang lain cemburu, gimana dong? Gitu 😄

    Disukai oleh 1 orang

      1. Aneh aja jadinya, Ntar. Puasa kan menahan diri, Mbak. Ini edisi yang benar-benar puasa, menahan diri yang paling esensial katanya bukan cuma menahan makan dan minum. Menahan draft kayaknya termasuk menjalani laku puasa. 😁 😂😂

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s