Habits Terbaik

Akhirnya, saya kembali menuliskan apa-apa yang ada di dalam pikiran saya tepat setelah saya melahap habis buku yang berjudul How To Master Your Habits seharian tadi karangan Ustadz Felix Y. Siauw, Alhamdulillah ada tambahan penyemangat baru untuk saya menulis lagi.

Saya memang sudah terlanjur terkesan berkali-kali dengan setiap tulisan beliau di potongan Instagram yang hampir semua bait kata cukup menohok dan membangunkan satu-dua sel dari se-triliun sel saraf di otak saya. Ilmu baru semua isinya!

Tapi justru buku ini bukan pilihan pertama yang ingin saya beli. Gak tau kenapa gitu gak tertarik ingin membaca langsung karya beliau, atau mungkin saya sudah cukup jenuh dengan pembahasan yang itu-itu saja, atau persepsi saya yang memang kurang bagus ya.

Jadi, buku ini pun akhirnya terbeli berkat usulan teman saya yang sekaligus penjual bukunya -iya dia punya start-up jual buku online gitu. Dan dari dua buku yang sudah saya pesan, satu buku tetiba kosong, but I think I would be more disappointed in myself if I didn’t buy this book earlier.

Saya beneran mengalir terus membacanya. Sejak saya menelan satu per satu kata di bagian awalnya -muqoddimah, saya seakan terhipnotis -ah lebay sekali wkwk. Tapi iya, setiap saya masuk kamar buku itu langsung yang saya kejar -ya dan saya memang se-lebay itu haha.

Habis baca buku ini, ada hal yang bikin saya takut makanya langsung ambil handphone dan menulis ini, setidaknya untuk trigger tulisan-tulisan selanjutnya. Loh kok takut? Baiklah saya kutip tulisan beliau pada Sub-judul ‘I am Habits’.

“Nama saya habits, dan saya selalu mendampingi anda. Saya pelayan anda yang paling rajin, atau beban anda yang paling berat. Saya akan mendorong anda maju, atau menarik anda jatuh ke dalam kurang kegagalan.

Saya adalah pelayan bagi semua orang hebat; dan apa boleh buat, juga bagi orang-orang gagal. Mereka yang gagal, saya yang membuat mereka gagal.

Saya punya kekuatan yang tidak bisa dibayangkan kecuali oleh orang-orang yang layak. Sayangnya kekuatan saya bukan hanya untuk membangun, namun bisa juga untuk menghancurkan anda”

Kalau kita tidak mengisi hari-hari kita dengan kebiasaan yang baik, maka kebiasaan buruk akan secara otomatis menguasai hidup kita. Lebih parahnya lagi, jika kita gak sadar kalau kita berada pada zona habits yang buruk.

Good news-nya adalah habits bisa kita ciptakan. Habits sangat bisa dilahirkan, tapi -kalau kata Ustadz Felix, kita adain dulu Bapak dan Ibunya, yaitu practice and repetition, sepasang kekasih yang tidak terpisahkan selama kurun waktu tertentu, untuk melahirkan habits baru.

Ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa setelah 21 hari atau 30 hari atau 40 hari, hal baru yang kita terus menerus lakukan akan menjadi new habits.

Intinya, diusia kita yang sekarang, perbanyak habits yang baik, terkhusus habits dalam mendekatkan diri kepada Rabb. Karena, tidak ada habits yang paling baik selain habits yang bisa bikin kita lebih dekat dengan Rabb Semesta Alam.

Supaya makin ngudeng How To Master Your Habits-nya, you better buy this book and read it for yourself.

Enjoy!

7 tanggapan untuk “Habits Terbaik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s