Jangan Marah, Tahan Amarahmu

Sebagian dari keluarga dan orang-orang terdekat mu, mungkin tidak suka dengan apa yang kau sampaikan. Mungkin kau kini lebih banyak belajar tentang agama dan kau mungkin lebih dekat dengan Tuhanmu, tetapi keluargamu tidak dan itu justru membuatmu marah dan geram.

Kau marah ketika saudaramu tidak memakai hijab, kau marah saat saudaramu tidak sholat lima waktu, kau marah saat caramu dan cara mereka memilih pempimpin berbeda, dan kau lebih marah lagi ketika pilihanmu untuk mengikuti Qur’an dan Sunnah justru melebeli mu seorang teroris. You get so mad at them.

No, don’t get angry at them.
Jangan marah, tahan amarahmu.
Bicaralah dengan tenang, bicaralah dengan damai. Lanjutkan membaca “Jangan Marah, Tahan Amarahmu”

Cara-Nya Menjawab Doa

Jika ada diantara kalian yang masih menuliskan setiap angan, cita dan harapan di selembar kertas kecil atau di sebuah buku yang berisi jurnal keseharian atau dimanapun kalian suka, yang masih terjangkau untuk mengingatnya, maka tetaplah seperti itu. Tulislah.

Tulis, meskipun pada saat kau lihat ‘kotak kecil’ itu pun masih belum juga ter-checked done, bahkan jauh melewati waktu perkiraanmu harusnya terlaksana. Hingga saatnya tiba, doa mu sudah kau pikir kadaluarsa, tak mungkin lagi mendapatkannya diusia segini, se-kondisi ini, tak ada lagi harapan baru untuk merasakan kemenangan yang kau nanti-nanti itu. Tetap tuliskan. Tulislah lagi.

Lanjutkan membaca “Cara-Nya Menjawab Doa”

Habits Terbaik

Akhirnya, saya kembali menuliskan apa-apa yang ada di dalam pikiran saya tepat setelah saya melahap habis buku yang berjudul How To Master Your Habits seharian tadi karangan Ustadz Felix Y. Siauw, Alhamdulillah ada tambahan penyemangat baru untuk saya menulis lagi.

Saya memang sudah terlanjur terkesan berkali-kali dengan setiap tulisan beliau di potongan Instagram yang hampir semua bait kata cukup menohok dan membangunkan satu-dua sel dari se-triliun sel saraf di otak saya. Ilmu baru semua isinya!

Lanjutkan membaca “Habits Terbaik”