Loving People You Can’t Have

Saya sejujurnya kurang begitu mengetahui seberapa sering seseorang jatuh pada we fall in love with people we can’t have di gaulnya anak muda jaman sekarang. Cuma pas baca ada tulisan yang membahas ini dengan sudut pandang lain, saya tuh rada-rada kaget dengan isinya. Kenapa? This story will tell you why dan karena ada menyinggung kejomblo-jombloan segala, saya pun sok merasa terpanggil. Ya iya karena saya juga masih jomblo, jadi mungkin relatable. Iya gak ya? Jadi saya menulis ini hanya ingin membandingkan persepsi satu dengan yang lain saja.

Saya tuh pas baca pertama kali we fall in love with people we can’t have dan coba mengartikan sendiri nih kayak: hmm dia pasti jatuh cinta sama pacar/suami orang kali ya atau dia kejebak sama cinta yang hampir mustahil terjadi di dunia nyata, kayak di drakor-drakor, si kaya jatuh cinta sama si miskin, ya mentok jadi stalker sejati di dunia maya, atau jatuh cinta sama sahabat, sama bos, sama tetangga, sama kakak senior, apalagi yang mustahil ya? Atau sama siapa aja yang gak mungkin bisa bersama. Pokoknya yang kira-kira mustahil menurutmu, itu juga boleh masuk kategori disini.

Nah, jadi ada pandangan yang berprinsip seperti: menunda menerima calon pasangan yang ada untuk mendapatkan yang lebih dan ya gak masalah ngelajang dulu karena yakin dan percaya diri kalau bisa mendapatkan yang lebih, lueeebih!

Pemegang ‘keyakinan’ ini berpendapat akan melakukan ‘semua’ hal agar ia menjadi sorotan pria yang diidamkannya, pria yang jelas gak akan pernah bisa dimiliki, karena masih jauh banget dari kriteria pria itu, so she needs to make a move! “Pokonya aku maunya kamu, kalau enggak aku gak kawin-kawin nih!” terus laki nya jawab “yaudah!” haha.

Sebutlah si Bunga ingin sekali memiliki pasangan masa depannya yang plus plus. Dia tidak berharap menginginkan suami yang biasa-biasa aja, serba ‘biasa’, so extra-extra ordinary, pokoknya harus extraordinary dan wah wah wah. Punya ini-itu, bisa ini-itu, mainnya ini-itu, gaulnya ini-itu, lifestyle-nya begini-begitu dan semua yang ini-itu, ada di dia.

Akhirnya, Bunga pun melakukan semua ini-itu sebagaimana gambaran pria nyata membahana yang sudah ia taksir, dengan harapan pria tersebut akan melirik dan berpaling sehingga jatuhlah pilihannya pada si Bunga. Jika pada akhirnya tidak, maka tetap ada kegigihan yang begitu besar yang patut diberi apreasiasi tinggi atas kerja super keras itu, dengan terus menganggap bahwa -sang taksiran dan pasanganya bukanlah saling berjodoh meskipun sudah sah-, sebagai reward dari pengorbanan cinta sendiri yang butuh kesabaran, ketabahan, kecemburuan dan ‘makan hati’ yang dalam.

Sekiranya sudah mengertikah persepsi orang-orang yang tergolong dalam ‘we fall in love with people we can’t have’ yang saya soroti ini? Apakah ada banyak begitu? Apakah defenisinya bisa sangat universal atau tergantung orangnya?

Dan ini bagian saya yang ingin angkat omongan, sudah pasti yang ringan, kalau lebih dari seberat galon air, saya gak kuat, terimakasih.

Menurut saya loving people you can’t have sah sah aja. Cinta itu anugrah sampai ada tindakan perwujudannya yang membedakan dan mengubah definisi cinta yang saya sebutkan di kalimat awal. Sama saat ketika ada bandit yang terkesan hingga jatuh hati pada seorang muslimah sholehah, tetapi dia hanya sampai pada membayangkan betapa akan luarbiasanya kelak ia menjadi seorang istri dan ibu. Tapi ia tidak pernah berpikir akan memperistri wanita tersebut karena perbedaan ‘dunia’ yang sangat jauh berbeda.

Nah, akan beda lagi ceritanya ketika bandit itu bertaubat dengan sebenar-benar taubat hingga sampailah pada kriteria tertentu sehingga mudahlah baginya jalan untuk bisa memiliki istri sholehah.

Tapi fatalnya begini, jika semua usahanya gagal, hal terparah yang masih akan permanen membusuk di batin seseorang dalam proses berbenah diri tadi, adalah berpikir bahwa cintanya pada perempuan itu tidak akan kandas sebab karenanya-lah seorang bandit seperti dirinya bisa mengalami proses panjang dalam hidupnya menjadi seperti sekarang, meskipun perempuan itu telah menikah dengan yang lain (yang menurut si bandit bukanlah jodohnya). Pemikiran semacam apa ini? Trus dia mau gak nikah-nikah gitu, ya sok atuh kalau emang niatnya begitu haha atau ntar kasian dong pasangannya nanti.

Gebetan aku married sama cewek lain, trus aku masih mikir tuh gebetan salah milih dan akan menghabiskan hidupnya dengan seseorang yang dikira jodohnya. Yang udah pasti aku menganggap dia menyesal gak milih aku. Iya kalau gebetan aku itu mikir kayak gitu, kalau dia bahagia gimana. Kasian banget aku? Nah ini tanda-tanda orang itu udah mulai sadar kalau dia terjebak dengan halusinasi dan menjadi budak hasratnya sendiri. Hey again, you can’t always follow your desire. Just let it go!

Makanya disini bagian fase fragile-nya seseorang penghijrah itu, jika keinginan ia untuk menjadi lebih baik hanya karena material dunia gak bakal sustain. Pas dia gak dapat, ujung-ujungnya jadi stres depresi dan menyalahkan Tuhan. “Aku udah hijrah tapi kok hidup aku gak baik-baik aja, malah makin makin!” eh tetiba besok udah lepas kerudung aja, atau hanya karena dikatain orang-orang tentang perilaku gak segaris dengan pakaian langsung ngambek besok udah pakai yang kurang bahan lagi deh. Aduh kok kesini ya bahasnya? haha

Penting ini menurut saya, kenapa saya selalu fokus di diri ketimbang reaksi dari luar, kenapa gak bilang “eh netijen, itu jari bisa direm gak?” atau mau sedunia ini pun power yang kamu punya, you can’t never control apa yang ada diluar, yang cuma bisa dikontrol itu ya diri sendiri, makanya kita perlu belajar kuat. Caranya gimana? perbaiki niat. Niatnya yang gimana? kalau mau bener-bener kuat, niat itu harus karena Tuhan, bener loh coba aja. Kalau gak punya Tuhan gimana? au ah!

Back to topic. Masih nyambung dengan paragraf sebelum ini. Jadi gak salah ketika kita ingin menjadi seseorang yang diidamkan oleh seorang yang kita idamkan. Apalagi orangnya baik banget, kita juga jadi ikutan baik. Tapi salah ketika kita mecoba berubah karena orang lain, yang ada malah kecewa terus. Kalau menurut saya ambil kriterianya, jangan orangnya, tapi bukan kriteria yang khusus, atau karakter khusus yang 1.000.000.001 orang belum tentu ada yang sama. Kemudian bolehlah kita perbaiki diri kita sedikit demi sedikit dengan harapan bahwa Tuhan dengan janjinya akan menjodohkan kita dengan seseorang yang juga terus-menerus berbenah diri seperti kita, hmm sweet kan?

So are you groups of people who love people you can’t have?

4 tanggapan untuk “Loving People You Can’t Have

  1. Ka Antaaaa welcome back, kemana aja??? Hiks.

    Masuk atau ga masuk grup aku si anaknya pengen yg pasti2 aja :(( Kalo meragukan, setjinta apapun aq sm dia aq nemplok aja sm yang pasti wkwkwk

    Aku suka bat sama “Pokoknya aku maunya sama kmu, kalau gak aku ga kawin2 nihhh..” uwuuu sweet kataku sih wkwk kocak gitu.

    Btw loving people you can’t have image aku adalah loving artis2 korya atau karakter animasi gt kaa hehe #woyla :((

    Disukai oleh 1 orang

    1. Hi baby, thank you ❀️

      It really takes time for me to be back here again. Tapi gak sampai bersawang juga kok blognya haha.

      Kakak juga gak termasuk orang-orang yang “fall in love with people we can’t have” kok. Capedeh buang-buang waktu LOL

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s