Resolusi 2019: Si Gadis Anak Rumahan

Okay, tahun 2018 hitungan jam dari sekarang akan menjadi masa lalu. Penting atau enggaknya resolusi pergantian tahun, hampir kita semua sadar atau tidak, mengharapkan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Dan mungkin itu juga kenapa kebanyakan orang membuat resolusi, sebagai bentuk optimisme dengan tahun berikutnya. Ya meskipun sebenarnya, setiap hari juga bisa buat resolusi, sekaligus introspeksi diri, kayak kita ngerefleksi diri setiap malam apa-apa aja yang udah kita lakukan dan apa-apa aja yang harus ditingkatnya kedepannya, dan bisa dibantu dengan membuat to-do-list, ini salah satu menegement waktu yang cerdas, kalau kamu malas buatnya karena kamu mikir “toh gak terceklist juga!”, coba pikir kayak gini: pakai to-do-list aja gak terlaksana konon lagi gak pakai.

Saya punya catatan khusus pribadi yang isinya tentang planning hidup, list-list mimpi, daily or monthly accomplished, wild-dreams or anything possible yang bisa ditulis tapi sangat privasi. Sebangsa diary tapi saya lebih suka menyebutnya journal, karena isinya gak cuma tentang curahan hati, jauh lebih advance, juga termasuk kesalahan-kesalahan diri sendiri yang esoknya perlu diperbaiki yang cukup sangat privasi pastinya. Nah ini sangat membantu dalam memaksimal waktu yang saya punya.

Continue reading “Resolusi 2019: Si Gadis Anak Rumahan”

Iklan

Letter to Anta

Sayang, ini udah mau masuk 2019 gimana udah ada planning kedepan belum?
Udah nge-review tahu lalu belum?
Katanya mau ini-itu, sudah dipikirkan matang-matang tujuannya apa?
Jangan sampai nyesel karena tujuannya gak jelas ya.
Hati apa kabar hati?
Masih ada nangis-nangisan yang gak penting?
Masih suka ngeluh gak?
Masih memaksakan kehendak ke orang lain gak?
Itu gak boleh ada lagi ya. Gak boleh gitu.
Masih sering kecewa? InsyaAllah enggak ya.
Ketawanya udah bisa dikondisikan kan? Gak boleh kelewatan, malu ah perempuan.
Oh satu lagi, mulut udah bisa kan agak-agak direm?
Sabarmu gimana?
Masih kuat nunggu kan? Iya itu harus, jangan sampai kebablasan, udah baik kamu jaga itu dari dulu.
Kalau jerit-jerit udah gak ada lagi ya, atau masih ada?
Ibadahnya makin bagus gak? Gak perlu banyak-banyak, sedikit aja kok udah baik. Yang penting ada peningkatan. Dan tidak boleh bohong ya?
Buku-bukunya masih dibacain itu? Ingat masa depanmu perlu ilmu. Paling penting itu.
Kalau misalnya nanti gak berjalan sesuai yang kamu planning-kan gimana?Gak boleh negatif ke Allaah ya?
Ok sayang
Good luck, all the best. Ingat kalau selalu diawasin sama Allah. Janji kamu harus lebih baik.

Kita Tidak Lebih Baik dari Siapapun

Kalau saya boleh memastikan perihal dalam diri seseorang, pasti ada minimal satu dari dirinya yang tidak ia sukai. Saya ada banyak sebenarnya, bukan karena saya tidak mencintai diri saya sendiri, justru karena saya cinta, saya tidak ingin beberapa hal itu selamanya ada di saya, terutama untuk character (inside) ya, kalau look/appearance (outside) udah ditakdirkan kayak begini ya saya lepas tangan dan bersyukur. Sudah ciptaan yang paling sempurna soalnya. Hidung pesek kan udah takdir ya?

Siapa disini yang tidak pernah merasa baik? mudah-mudahan gak ada. Saya yakin semua orang pasti pernah berbuat kebaikan, sekecil apapun itu, so tentu bisa dipertimbangkan baik. Lalu siapa disini yang tidak pernah merasa lebih baik dari orang lain? Nah kalau ini saya jawabnya pengin langsung “Sayaaaaa!” tapi kenyataannya enggak. Ini nih saya tuh pengin ngelepas jauh-jauh. Yang seperti ini dipelihara bakalan gak bagus nantinya. Kalau saya merasa lebih baik dari saya yang sebelumnya, itu baik karena saya sendiri objek pembandingnya. Jadi sangat memotivasi untuk perubahan. Fokus dengan kondisi diri yang masih perlu banyak perbaikan. Tapi kalau sudah sok merasa lebih baik dari orang lain gimana itu?

Continue reading “Kita Tidak Lebih Baik dari Siapapun”

Story of A Sweet Woman: WordPress and Goodbye 2018

Alhamdulillah kita telah sampai dipenghujung tahun, genap satu tahun sudah sejak saya menjadi anak rumahan dan mengisi waktu luang dengan menulis di blog. Walaupun masih terbilang pendatang baru, saya sudah merasa menjadi anak lama karena keseringan posting wkwk, karena teman-teman blog yang ramah dan baik hati. Khususnya teman-teman pengguna WordPress App, yang cukup setia membaca tulisan saya, meskipun saya tau ada banyak yang gak sengaja kepencet pas lagi scrolling, gakpapa makasih untuk bonus satu view-nya ya.

Sebelum itu, saya mau kasih tau sedikit kalau Story of A Sweet Woman adalah judul series khusus postingan tentang ekspresi “baper” perjalanan saya di dunia blog. Jadi bukan maksud apa-apa dan saya memang sengaja pakai tagline blog ini sebagai judul.

Continue reading “Story of A Sweet Woman: WordPress and Goodbye 2018”

20 Upaya Bahagia di Usia 20an

Saya pernah berjanji tidak akan menulis tips atau apalah itu biasa disebut, tapi saya harus melupakan janji saya tadi, dan saya sudah memaafkan diri saya untuk itu, karena sepertinya tidak akan bisa. This life is completely full of tips, almost in any aspect of life!

Sebenarnya bukan karena apa-apa, cuma keseringan tips saya ngawur, karena saya emang gak niat serius, khawatir orang pada bisa sesat nanti (kayak ada yang ngikutin aja ya kan wkwk). Jadi kesel sama diri sendiri, okeh saya stop. Tapi kemarin banget, pas lagi main di Youtube, saya ketemu dengan satu video dari Channel Qur’an Reciter Saad Al Qureshi. Isinya 20 Tips Bahagia dalam Hidup, karena kontennya dari awal udah buat saya klepek-klepek, jadi saya pikir there must be something special in this list. Kenapa saya bilang gitu, karena saya kurang suka sama tips-tips bahagia dari orang lain, entah sih, dulu saya pikir gini: “hah what, aku bisa kali nemuin bahagianya aku kayak apa?”

Continue reading “20 Upaya Bahagia di Usia 20an”