Bukan Spoiler Film 212: The Power of Love – Bangkitnya Islam

Review film sebelumnya yang sempat menjadi top hits blog ini adalah Ayat-Ayat Cinta 2 – Spoiler yang Bikin Penasaran, maka hari ini saya akan coba lagi menulis spoiler film. Kali ini saya membahas film bernuansa Islami yang direncanakan tayang Mei 2019 yang akan datang.

Berbeda dengan film Ayat-Ayat Cinta yang berangkat dari novel fiksi best seller Habiburrahman El Shirazy, film 212: The Power of Love berangkat dari kisah nyata yang terjadi di Indonesia akhir tahun 2016 yaitu Aksi Damai Indonesia 212 (baca: Dua Satu Dua). Aksi tersebut terdorong dari video viral di media sosial oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang diduga telah menghina Islam dan terbukti bersalah.

Lanjutkan membaca “Bukan Spoiler Film 212: The Power of Love – Bangkitnya Islam”

Iklan

R. A Kartini: Sisi Yang Tersembunyi

“Hmm, feminisme. Nanti kakak cerita ya..”

Sempat membuat caption panjang pada postingan Instagram tentang saya memandang posisi seorang wanita di dunia kerja. Lupa kapan tepatnya, namun komentar dari seorang Murabbi (baca: guru) dimana saya belajar Islam dimasa kuliah, masih melekat erat dimemori saya.

Posting-an itu adalah foto empat murid yang berdiskusi. Saya dan 3 teman laki-laki. Jelas bukan hanya berempat. Ruangan tersebut luas, ada 5-7 meja. Kurang lebih 25 murid. Kebetulan saja, angel pengambilan foto terfokus pada kami.
Lanjutkan membaca “R. A Kartini: Sisi Yang Tersembunyi”

Cuman Butuh Setia Aja!

“Ko aku gasemangat ya..”

Kemarin sempat ada temen deket yang curhat kenapa dia ‘ga banget’ dengan hidup yang dia jalani sekarang. ‘Ga banget’ disini saya maknai dengan banyak definisi dan alasan yang mungkin akan timbul ketika seseorang itu merasa tidak bahagia dengan hidupnya.

“Aku sebenarnya mencoba untuk tau apa yang aku mau tapi sebenarnya aku gatau, kadang aku tau tapi kemudian aku gatau…” Lanjutkan membaca “Cuman Butuh Setia Aja!”

Cerita Bisnis #1

Entah kenapa, dari pagi menuju siang saya terus was-was. Kejenuhan memuncak tadi siang. Saya bingung sejak awal pagi, ‘apa yang akan saya upload untuk foto hari ini?’ Memang, saya masih punya beberapa koleksi foto yang belum di upload ke online shop saya.

Tapi rasanya, tidak percaya diri masih mendominasi. Bisa jadi juga, karena produk yang saya tawarkan tidak begitu layak jual haha. Maklum masih produksi sendiri.

Sebenarnya banyak yang terpikirkan saya, diantaranya fokus pada bisnis saya atau ikut kompetisi pertukaran pelajar dan masih banyak yang lain. Alhamdulillah sekarang, menjelang jam 10 malam ini, saya mantab untuk meninggalkan hal-hal yang membuyarkan fokus pada bisnis saya.
Makanya saya juga bisa nulis tulisan pada artikel ini.

Ceritanya, begini. Setelah begitu banyak usaha yang saya lakukan untuk menghidupkan usaha ini, orderan juga belum masuk sampai sekarang. Ya, meskipun saya sadar kerja keras saya belum maksimal. 3 postingan terakhir adalah hal yang terburuk dalam hidup saya. Saat itu.
Saya pikir itu akan menjadi bahan tertawaan orang lain karena lagi, saya pikir itu belum layak ditampilkan. Tetapi terkadang, ignorance pada diri saya juga secara mendadak muncul. Mungkin kali itu benar ya.

Saya gak perduli orang bilang apa. Akhirnya 3 foto itupun ter-published. Seperti biasa, saya nyuci piring sambil brainstorming AISHABYAM kecil-kecilan ala Anta. Dan terbesik dalam diri, -ah deactivate saja akun AISHABYAM.
Setelah selesai dengan kitchen stuff, saya langsung menarik handphone saya dengan niatan, ‘harus di deactivate. Ntar kalau udah rampung dan bagus fotonya akan diuplod lagi”. Gumam aja sih. Beneran saya sudah tingkat hopeless deh pokoknya.

Eh pas buka, semangat saya langsung naik sampai level 100. Bukan main saya kagetnya. Beberapa teman saya mengomentari karya saya . Biasanya like saja tidak. YaAllah, saya yang sudah berpikir negatif untuk postingan terakhir ini, malahan itu mendapatkan respon terbaik dari biasanya. Jangan pernah sekalipun kita dustakan kebesaran Allah.
Allah mungkin belum melihat usaha yang besar dari kita. Jadi, tetap lakukan itu dan jangan pernah menyerah.

Itulah resep orang sukses.
Siapa yang menanam. dia yang menuai.
Barang siapa yang bersungguh-sungguh, pasti ia mendapatkannya.

Manjadda Wajada…
Ditulis Malam, 9 April 2016

Quit, Job and Passion

Dari banyaknya yang resign hari ini, mungkin kamu salah satunya.
Setelah beberapa kali mempertimbangkan dengan matang, hari inilah waktu yang tepat.
Begitupun, kamu masih tetap galau dan belum percaya diri dengan keputusan itu.
You keep wondering and wondering, apakah ini pilihan terbaik?
Tulisan ini terinspirasi dari salah satu teman dekat saya yang baru saja resign.
Ia sempat calling malam itu, dan mulailah kami berbagi cerita. Seperti yang biasa kami lakukan. Sedikitnya, ada 3 hal yang saya highlited tentang pembicaraan kami.

Lanjutkan membaca “Quit, Job and Passion”