Pentingnya ‘Niche’ pada Blog

Pernah merasa kebanyakan ide, tetapi satu artikel pun belum juga rampung? Pernah kepikiran untuk menuliskan semua ide didalam satu tulisan, tapi tidak mengerti bagaimana menyusun ide topik? Atau terlalu lelah mencari inspirasi menulis yang tak kunjung datang? Ya, saya juga seperti kamu. Saya paham betul.

Saya tuliskan disini pendapat saya mengapa blog harus memiliki niche. Teruskan membaca jika kamu juga ingin mengetahui penyebab umum kesulitan dalam menulis di blog kamu. Kamu juga akan mengerti kenapa blog kamu masih belum berkembang hingga sekarang. Tulisan ini tidak hanya ditujukan pada seorang seperti saya. Profesi apapun selama kamu ingin berbagi dengan menulis, artikel ini juga bermanfaat untuk kamu.

Akhirnya sadar

Tiga tahun berlalu adalah waktu yang sangat lama menyadari bahwa fokus itu sangat penting, dalam hal apapun. Termasuk blog. Jika kamu saat ini adalah seorang blogger, kamu tahu apa yang ingin kamu tulis di blog, maka kamu adalah salah satu blogger yang menulis dengan tujuan jelas.

Tetapi jika kamu adalah seorang blogger, namun kamu harus membutuhkan waktu minimal dua hari untuk memutuskan topik apa yang akan kamu tulis, frankly speaking, tujuan menulis kamu di blog masih abu-abu. (Kecuali jika kamu menginginkan seperti itu dan bukan masalah).

Sebagai seorang Blogger, saya pernah mengalami masa sulit dimana untuk menulis satu kalimat saja, saya harus menghapus berulang-ulang kata demi kata. Disaat yang bersamaan, inspirasi baru selalu muncul, sampai saya tidak dapat membendung banyaknya jumlah ide yang saya tulis di daily note. Sebelum rebranding blog ini, menjadi seorang blogger yang tidak jelas cukup berhasil merepotkan dan menyusahkan saya. Semua ingin saya tulis.

Mulai dari curhat-curhatan sampai puisi yang tidak penting juga saya posted. ‘Yang penting, blog terisi tidak perduli topik apapun itu’. Disini letak kesalahan fatal yang membuat kegiatan ngeblog saya sejak 2015 tidak ada pertumbuhan apa-apa. Disamping ilmu blogging yang saya miliki minim sekali, saya juga tidak begitu tertarik mendalami ilmu blogging.

Saya bahkan tidak pernah meluangkan sedikit fokus saya untuk menulis. Saya pun sadar setelah membaca beberapa artikel dari seorang Blog Coach, ternyata semua itu karena saya tidak memiliki tujuan dalam tulisan saya.

Jadi, apa solusinya?

Saat itu saya langsung memikirkan apa yang bisa saya sisipkan disetiap tulisan yang saya post di blog. Hingga saya memilih untuk fokus pada lifestyle dan ingin menginspirasi perempuan-perempuan muda untuk memulai kehidupannya agar lebih banyak bersyukur dan bersabar.

Membangun Niche

Membangun Niche blog lifestyle adalah the best thing I’ve ever decided my entire life.Β Apa itu blog niche? Niche bahasa sederhananya adalah keyword yang menggambarkan keseluruhan dari blog yang kita miliki. Blog tersebut hanya fokus pada pengembangan niche yang kamu angkat untuk menjadi branding pada blog kamu. Contoh Niche yang bisa kamu pakai: fashion, cooking, parenting, travel, education. Semakin spesifik, semakin baik.

Apa manfaat dari memiliki Niche?

Kembali ke masalah awal kita diatas. Memiliki niche berarti kamu sudah harus bisa memaksimalkan niche tersebut dengan berbagai kreatifitas konten yang kamu harus sajikan, sangat membantu kita untuk fokus pada pesan yang akan kita sampaikan. Menurut saya, ini jauh lebih enyoyable dibandingkan harus memikirkan banyak topik untuk satu blog. Oleh karna itu penting kamu mengetahui reader seperti apa yang kemungkinan akan membaca tulisan kamu.

Kebanyakan orang termasuk saya, tidak terlalu perduli dengan kehidupan orang lain sebelum ada manfaat atau cerita yang bisa diambil hikmahnya atau berisi manfaat untuk pembaca. Jelas saja, inilah yang membuat saya tidak berkembang selama isi postingan blog saya adalah self-center.

Keuntungan lain adalah, karena kamu memiliki tujuan yang spesifik, maka reader blog kamu juga kan secara otomatis terspesifikkan. Jika ini terjadi, maka kamu akan lebih gampang untuk menyampaikan pesan kepada pembacamu mengenai topik tertentu. Ketika sudah saling mengena antara penulis dan pembaca, kemungkinan besar random reader tersebut akan menjadi pembaca setia kamu.

Lebih tepatnya, ia akan mengingat eksistensi blog kamu, dan merasa menemukan platform yang khusus membahas sebuah topik yang ia sukai. Jika kamu seorang entrepreneur maka sangat tepat jika niche blog yang kamu miliki niche tidak jauh dengan produk yang kamu tawarkan.

Menulis dengan Tujuan

Selayaknya hidup punya tujuan, begitupun menulis. Kebebasan tetap ada pada kamu memilih untuk memiliki niche atau tidak. Jika niche terlalu mengerucutkan topik sehingga kamu kurang mengeksplor kreativitas kamu, maka jangan lakukan dengan niche. Jika curhatan adalah caramu menyampaikan pesan kepada orang lain, lakukan itu dengan caramu berbagi. Selama kamu menulis dengan tujuan, lakukanlah. Tapi jangan terlalu nyaman di zonamu yang sekarang. Jajaki jalan-jalan yang penuh lika-liku itu. Banyak jalan untuk menjadi baik dan lebih baik. Lakukan yang terbaik untuk karir masa depanmu.

13 tanggapan untuk “Pentingnya ‘Niche’ pada Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s